Sabtu, 11 November 2017

Contoh study kasus jenis-jenis project TI

Pengertian Managemen Proyek TI
       
         Manajemen proyek TI merupakan kegiatan sumber daya yang tersedia dari sebuah proyek pengembangan solusi TI sehingga dapat dihasilkan suatu sistem solusi yang memenuhi obyektif yang telah ditetapkan. Sumber daya proyek TI yang dimaksud disini mencakup Sumber Daya Manusia, peralatan dan fasilitas kerja (baik hardware maupun software), dana, dan logistik.
Manajemen proyek TI mengendalikan tiga aspek dari proyek TI yakni produk yang dihasilkan, waktu, dan biaya. Produk yang dihasilkan proyek TI dipatok mempunyai fitur sesuai rancangan, memenuhi batasan performance yang telah ditetapkan dan mudah pemeliharaannya. “Proyek harus diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dengan tingkat keberhasilan yang dapat ditolerir dan menghabiskan biaya sesuai dengan anggaran

Contoh study kasus dari jenis-jenis proyek TI

    1. Studi kasus software development
Suatu perusahaan software developer bernama PT Matahari bergerak dibidang software untuk POS (Point of Sale) yang digunakan di Toko-toko dan supermarket untuk transaksi dengan para pembeli dan juga untuk manajemen keluar masuk barang, dan pelaporannya. Sebuah supermarket PANAMA menginginkan komputerisasi di bisnis retail yang dijalankannya dengan memesan software tersebut ke PT Matahari. PT Matahari menawarkan software yang sudah dibuatnya dan banyak dipakai di beberapa supermarket dan mendemokan software tersebut pada pihak customer supermarket PANAMA. Ternyata ada beberapa system atau fitur yang tidak ada seperti yang diharapkan oleh customer dan fitur tersebut sangat diperlukan dalam operasi bisnis di supermarket PANAMA. Salah satunya adalah fitur diskon pembelian. PT Matahari menggunakan persentase dalam system diskon pembelian. Dari pihak supermarket PANAMA menggunakan system rupiah dalam sistem diskon pembelian karena pemberian diskon hanya diberikan pada pembeli-pembeli tertentu yang memenuhi syarat dan pertimbangan manajemen. Supermarket panama juga menginginkan ada sistem pelaporan berupa grafik sehingga mudah dalam mengambil keputusan bisnis selanjutnya. Pihak customer menginginkan pelaporan harus sistematis, menarik, dan mudah untuk diambil kesimpulan.
    2. Package implementation project
Study kasus
Sistem Teknologi Indomaret (Indomaret Technology System) dengan laju pertumbuhan gerai Indomaret yang cepat dengan transaksi melebihi 45 juta struk per bulan, dapat terlaksana karena didukung oleh sistem teknologi informasi yang andal. Sistem tersebut terintegrasi pada setiap Point of Sales (POS) kasir di semua gerai yang mencakup sistem penjualan, persediaan, dan penerimaan barang. Teknologi di POS kasir tersebut sudah dirancang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan jumlah gerai dan transaksi pada masa depan.(2)

Dari studi kasus di atas, kita bisa  melihat dari package kasir yang dimiliki oleh Indomaret. Mereka memiliki sistem Point of Sales (POS) kasir yang dapat terintegrasi dengan sistem penjualan, persediaan, dan penerimaan barang.

Cara mengatasi
Untuk memanajemen pengimplementasian package kasir seperti yang digunakan Indomaret di atas, tentu saja Indomaret harus melakukan beberapa hal, yaitu :
  • Menyesuaikan dengan sistem yang berada di Indomaret, seperti sistem penjualan, persediaan, dan penerimaan barang
  • Mengkustomisasi apabila ada keperluan tambahan
  • Melatih pekerja yang menggunakan pacakage kasir tersebut 
    3. System ehchancement project
Study kasus
       Ini adalah salah satu istilah yang paling membingungkan yang membawa arti berbeda bila digunakan dalam Teknologi Informasi dan bisnis, versus Penggunaan Poin Fungsi dari istilah tersebut. Bagi profesional bisnis dan TI, istilah 'peningkatan' atau 'proyek peningkatan' mengacu pada proyek mana perangkat lunak yang ada ditingkatkan dalam hal kinerja, penampilan, fungsi, operasi, platform, kegunaan, dll.

Catatan: 'Proyek peningkatan' sering dilihat oleh pengguna dan pengembang dari istilah 'pemeliharaan' karena hal tersebut berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan agar perangkat lunak dan perangkat lunak tetap aktif dan berjalan.

Semua hal berikut adalah contoh dari apa yang pengguna dan pengembang klien kami sebut sebagai perangkat lunak 'penyempurnaan':

    Membuat perubahan / penambahan data kode keras dalam sistem

    Mengisi kemunculan data dinamis baru (misalnya, jika pengembang melakukan administrasi data / populasi tabel sebagai bagian dari proyek secara manual atau dengan penggunaan alat)

    Upgrade perangkat lunak agar kompatibel dengan rilis database baru (seperti rilis Oracle baru)

    Memisahkan satu layar fisik ke beberapa layar fisik (tapi tidak mengubah fungsinya)

4. Consultacy and business analysis assignment

   CONSULTANCY AND BUSINESS ANALISYS ASSIGMENT
FRAMES Decision Support, PT TELKOM
Dalam perkembanganya FRAMES PT Telkom telah menjadi sebuah teknologi anti fraud terhadap tindakan customer yang illegal. Namun untuk lebih memberikan hasil yang maksimal setelah dibuat FRAMES terdapat beberapa kendala dalam pengoperasiannya khususnya dalam memberikan keputusan terhadap customer. Perusahaan ingin membuat pendukung pengambilan keputusan agar sasaran yang dimaksud tepat dan tidak merugikan customer lain, sehingga divisi CRM berkonsultasi dengan divisi IT tentang penggunaan FRAMES dengan beberapa aspek sebagai berikut:
1.      Scope Project
Kebutuhan akan investigasi masalah customer lebih detail untuk mendukung Fraud Management System yang telah dibuat.
2.      Investigation
Dari kebutuhan diatas, harus bisa dijabarkan bagaimana korelasi antara customer dengan FRAMES :
    1. Customer menelpon ke nomor yang sama dengan durasi tidak wajar
    2. Customer tidak melakukan pembayaran selama jangka waktu yang telah diberlakukan
    3. Melakukan crack billing
    4. Customer menggunakan ID palsu
3.      Issue Occur
    1. Revenue perusahaan turun
    2. Kerusakan system keamanan billing
    3. Filter fake user kurang dimaksimalkan
4.      Solutions
    1. Pemberian case baru untuk beberapa kondisi customer
    2. Filtering ID palsu dimaksimalkan
    3. Dengan menggunakan enkripsi yang lebih untuk mengamankan billing pembayaran
5. System Migration Project

  • Studi Kasus Nyata
Salah satu contoh dari system migration projects yang ada adalah migrasi Sistem Ticketing yang ada di PT KAI pada bulan November 2011. Proyek ini dilakukan untuk membenahi system tiket dari PT KAI yang selama ini banyak mendapat keluhan dari pelanggan mulai dari banyak calo dan tiket bodong.
Sistem ticketing awal dimana system online  diganti dengan system ticketing berbasis web dengan nama “Rail Ticketing System”, system yang baru ini akan mempercepat pelayanan tiket di PT KAI.
  • Manajemen Proyek dari Studi Kasus
Pelaksanaan proyek ini sebagai awalnya akan diterapkan secara bertahap mulai dari Kereta Komersil yaitu pada Kereta Api Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi AC. Kemudian tahap berikutnya akan dilakukan penerapan di Loket-loket pembelian tiket baik di stasiun, call center 121 maupun yang dikelola oleh pihak ketiga serta penambahan metode pembelian seperti “drive thru” dan vending machine.
Selama perantian system ini PT KAI telah melakukan identifikasi beberapa kendala yang mungkin dapat muncul mulai dari dobel tempat duduk, dan pemesanan H-40 yang tidak bias untuk beberapa jalur kereta api.
Proses migrasi system di estimasi berjalan selama 2 bulan dari November 2011 sampai dengan Januari 2011.



6. Infrastructure Implementation

  • Studi Kasus Proyek Infrastruktur
saya mengambil contoh proyek untuk Upgrade Jaringan dan OS Komputer
Jadi sebuag perusahaan x yang memiliki 380 PC memakai OS windows 2000 ; server win/NT dan 5 server Novell Net ware dan menejemen perusahaan memutuskan meng upgrade OS semua PC
Tujuan proyek ini adalah untuk upgrade OS PC ke windows 7 dan semua server akan di upgrade ke windows XP termasuk server NetWare, menggunakan win XP server.
mempunyai sponsor : CISCO networking
Tim Kerjanya : Network Operation Cente

Cara Memanage Proyek Infrastruktur Upgrade Jaringan dan OS Komputer
  1. Akan dibuat project charter sebagai langkah awal pelaksanaan proyek.
  2. Menganalisis kasus bisnis proyek 
  3. Membuat Penjadwalan untuk pengerjaan proyek (start-finish)
  4. Membuat perencanaan Sumber daya Proyek (perkiraan biaya, pembookingan laboraturium untuk testing, konsultasi dengan pihak sponsor yaitu CISCO,perencanaan anggota TIM ).
  5. Ada target Hasil Proyek yang akan di capai.
Sumber : http://ayunda23.blogspot.co.id/2012/02/infrastructure-implementation.html

7. Outsourcing (and in-sourcing) projects
  • Studi Kasus Outsourcing
Kasus yang digunakan adalah outsourcing yang dilakukan Dell untuk call center. Dell merupakan salah satu perusahaan computer personal besar yang memiliki pertumbuhan sangat cepat. Sekitar satu dasawarsa yang lalu, untuk kepentingan pelayanan kepada pelanggan serta pemangkasan biaya, Dell memutuskan untuk melakukan outsource call center-nya di India. Call center pertama dibuka di Bangalore tahun 2001 untuk menyediakan dukungan teknis bagi pelanggan di Amerika, selanjutnya dua call center yang dibuka setelahnya berada di Hyderabad dan Chandigarh.
Alasan Dell memilih India seperti halnya perusahaan-perusahaan lain adalah murahnya biaya tenaga kerja dan banyaknya tenaga terlatih di India, termasuk juga dalam hal ini Negara-negara Asia seperti China.
Beberapa alasan mengapa Dell memilih India adalah sebagai berikut :
  1. Alasan utama adalah bakat, dimana Dell selain menemukan bahwa tenaga kerja di India murah, tetapi tidak hanya murah juga terlatih. Dimana kebanyakan melebihi qualifikasi yang ditentukan.
  2. Bidang bisnis yang Komputer memiliki sifat musiman, outsourcing bisnis di India memberi kesempatan bagi Dell untuk menaikkan atau menurunkan pemasaran tanpa mengganti jumlah pekerja.
  3. Outsourcing membantu Dell mengukur biaya dan kualitas
  4. Dell dapat menaikkan pengalaman kerja melalui pekerjaan dengan vendor pihak ketiga
  5. Outsourcing di India mengijinkan perluasan call center Dell secara geografis, kemudian memungkinkan penanggulangan suatu hal seperti bencana alam.
  6. Penanggulangan resiko merupakan alasan lain bagi Dell dalam melakukan outsource fungsi bisnis
Tantangan yang dihadapi Dell pada pelaksanaan outsource di India seperti
  1. Pendidikan dan pelatihan untuk menyelaraskan pekerja di India dengan budaya kerja yang dimiliki Dell
  2. Dimensi bahasa, budaya  yang berbeda dengan Negara dimana Dell berdiri
  3. Batasan teknologi yang disebabkan perbedaan kemampuan teknologi anntara India dan Amerika
  4. Retensi pegawai lama yang memiliki keterampilan untuk tetap bekerja di perusahaan, disamping melakukan perekrutan bakat baru.
Meskipun Dell telah menyediakan call center di banyak tempat di India, dan market share Dell terus tumbuh berkembang, ternyata kepuasan pelanggan menurun. Di tahun 2003 Dell menutup call centernya di Bangalore. Alasannya kualitas layanan yang buruk, kesulitan komunikasi antara konsumen Amerika dan petugas call center di India disebabkan perbedaan aksen bahasa, selain itu juga lamanya waktu tunggu antara complain yang diajukan dengan ketersediaan dukungan dari teknisi senior.

8. Disaster Recovery Projects

Contoh Kasus Disaster Recovery Plan Sebuah kejadian downtime walau hanya 1 jam dapat mengakibatkan kerugian milyaran bahkan puluhan milyar rupiah. Memang sudah saatnya para pimpinan perusahaan untuk mengubah mindset yang tadinya biaya colocation untuk disaster recovery adalah mahal menjadi murah, jika dibandingkan dengan downtime yang tidak dapat di prediksi. Tidak ada yang kebal terhadap downtime, walau untuk perusahaan teknologi yang besar sekalipun. Mari kita simak contoh kasus disaster recovery plan berikut ini.
Amazon Web Services (AWS)
Merupakan penyedia cloud terbesar di dunia yang pada 28 Februari 2017 yang lalu mengalami downtime selama 5 jam. Downtime yang terjadi pada layanan cloud AWS menyebaban Netflix, Tinder, Airbnb, Reddit dan IMDb menjadi offline.

Kejadian downtime tersebut disebabkan karena kesalahan coding konfigurasi pada salah satu sensor yang menyebabkan masalah katastropik. Namun, untuk perusahaan dengan sistem yang sangat kompleks, AWS mampu melakukan pemulihan dalam waktu 5 jam merupakan hal yang cukup baik. Tentunya hal ini tidak baik secara biaya dan kerugian para pelanggan.

AWS menggunakan
lingkungan DevOps dan orkestrasi infrastruktur teknologi informasi. Sehingga segala masalah yang timbul dapat cepat mereka kembalikan normal. Ini disebut dengan istilah rollback. Hanya saja, semakin kompleks maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat kembali pulih.

Penyebaran dengan kode yang buruk merupakan faktor terbesar penyebab downtime di perusahaan manapun. Oleh karena itu, seluruh perusahaan wajib memiliki infrastruktur data center cadangan agar tetap dapat beroperasi.

Sumber : https://konsultan-it-jakarta.blogspot.co.id/2017/03/contoh-kasus-disaster-recovery-plan.html
9. Smaller SI Projects
  • Studi kasus Sistem Informasi Perpustakaan
    Suatu hari ada seorang mahasiswa, sebutlah namanya CR, di salah satu perpustakaan kampus di daerah Surabaya Tenggara. CR ingin meminjam salah satu buku. Akhirnya ia memilih buku “Ratapan Anak Tiri”. Tidak jelas alasannya memilih buku tersebut, apakah karena pengalaman pribadinya atau karena ia ingin seperi di judul itu. Setelah memegang buku tersebut, CR membawanya ke meja kasir. Oleh kasir dicatatlah judul, nomor, dan tanggal peminjaman serta pengembalian buku tersebut.
    Selang beberapa hari, si kasir merasakan sesuatu yang janggal dalam perpustakaan tersebut. Bukan karena makhluk halus ataupun tampang mahasiswa yang kurang enak dipandang. Melainkan ia takut, jika catatan yang selama ini digunakan untuk merecord segala macam aktivitas dalam perpustakaan itu raib. Kasir pun cemas sehingga membuat heboh seisi perpustakaan. Termasuk Rektor Kampus tersebut. Namun ada satu jurusan yang tidak terlihat panik. Malah jurusan itu tersenyum sinis ketika mendapat kabar kepanikan seisi perpustakaan. Jurusan itu adalah Sistem Informasi. Mereka merasa, ini saatnya mereka “makan” karena dalam hal pembuatan database, jurusan ini bisa dikatakan sebagai “mbahnya”. Setiap hari jurusan ini diberi perbekalan tentang database dan memanajemen sistem informasi tersebut. Akhirnya Jurusan Sistem Informasi membuat suatu sistem yang berisi tentang data buku yang terdapat dalam perpustakaan kampus yang terdiri dari jumlah buku, tanggal peminjaman, tanggal pengembalian, siapa yang meminjam, dan berapa denda yang dikenakan pada mahasiswa apabila terlambat untuk mengembalikan buku.
    Sistemnya dinamakan Sistem Informasi Perpustakaan yang memiliki tujuan agar peminjam dapat mencari buku secara cepat. Bahkan karyawan dapat memanajemen peminjaman dan pengembalian buku. Setelah dibuatkan sistem tersebut, seisi perpustakaan bahkan kampus dan rektornya merasakan euforia yang luar biasa. Kasir pun mengganti namanya dengan admin karena ia merasa sudah bisa menjalankan suatu sistem dalam computer.



Sumber : http://monster-radhitya.blogspot.co.id/2012/02/project-management-for-information.html
 

Jumat, 06 Oktober 2017

Manajemen sumber daya manusia


Manajemen Sumber Daya Manusia


Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpin dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang ditetapkan

A. Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia
  1. Pendekatan Mekanis (klasik)
Perkembangan di bidang Industri dengan penggunaan mesin–mesin dan alat–alat elektronika membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi kerja.
Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi lain, sehingga pimpinan perusahaan cenderung menekan pekerja dengan upah yang minim sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan ini menunjukkan sikap bahwa tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal yang merupakan faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah namun bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di negara–negara industri barat sampai dengan tahun 1920 – an.
  1. Pendekatan Paternalisme (Paternalistik)

    Dengan adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin maju dari para pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungan manajemen atau pimpinan perusahaan mengimbangkan dengan kebaikan untuk para pekerja.
    Paternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap manajemen sebagai pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan oleh pimpinan perusahaan supaya para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak lain. Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun 1930–an.

  2. Pendekatan Sistem Sosial (Human Relation)

    Manajemen Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses yang kompleks. Dengan kekomplekan kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia, maka pimpinan perusahaan mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendidikan sistem sosial yang merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah selalu memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan, maka diusahakan dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling kecil, baik bagi pihak tenaga kerja maupun pemberi kerja.
B. Proses Tahapan Manajemen Sumber Daya Manusia
  1. Recruitment (pengadaan),

    Pengadaan Manajemen Sumber Daya Manusia
    Recruitment disini diartikan pengadaan, yaitu suatu proses kegiatan mengisi formasi yang lowong, mulai dari perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyarigan sampai dengan pengangkatan dan penempatan. Pengadaan yang dimaksud disini lebih luas maknanya, karena pengadaan dapat merupakan salah satu upaya dari pemanfaatan. Jadi pengadaan disini adalah upaya penemuan calon dari dalam organisasi maupun dari luar untuk mengisi jabatan yang memerlukan SDM yang berkualitas.

  2. Maintenance (pemeliharaan)

    Pemeliharaan atau maintenance merupakan tanggung jawab setiap pimpinan. Pemeliharaan SDM yang disertai dengan ganjaran (reward system) akan berpengaruh terhadap jalannya organisasi. Tujuan utama dari pemeliharaan adalah untuk membuat orang yang ada dalam organisasi betah dan bertahan, serta dapat berperan secara optimal. Sumber daya manusia yang tidak terpelihara dan merasa tidak memperoleh ganjaran atau imbalan yang wajar, dapat mendorong pekerja tersebut keluar dari organisasi atau bekerja tidak optimal.
    Pemeliharaan SDM pada dasarnya untuk memperhatikan dan mempertimbangkan secara seksama hakikat manusianya.

  3. Development (pengembangan).

    Sumber daya manusia yang ada didalam suatu organisasi perlu pengembangan sampai pada taraf tertentu sesuai dengan perkembangan organisasi. Apabila organisasi ingin berkembang seyogyanya diikuti oleh pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan.
    Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya untuk pengembangaan SDM, terutama untuk pengembangan kemampuan intelektual dan kepribadian.
C. Fungsi Operasional Manajemen Sumber Daya Manusia
  1. Perencanaan Tenaga Kerja

    Perencanaan tenaga kerja merupakan operasi dari manajemen sumber daya manusia. Dengan perencanaan tenaga kerja dimaksudkan ada upaya untuk merencanakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat untuk memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan guna mencapai tujuan organisasi ini. Fungsi ini mulai Analisis pekerjaan, rekrutmen, penempatan sampai pada orientasi pekerjaan.

  2. Pengembangan Tenaga Kerja

    Pengembangan tenaga kerja merupakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan–peningkatan kualitas tenaga kerja sehingga dapat mengurangi ketergantungan organisasi untuk menarik karyawan baru. Adapun tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia diarahkan untuk merubah Sumber Daya Manusia yang potensial tersebut menjadi tenaga kerja yang produktif, serta mampu dan terampil sehingga menjadi efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi.

  3. Penilaian Prestasi Kerja

    Penilaian prestasi kerja merupakan salah satu aspek yang penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dengan adanya penilaian prestasi kerja, maka dapat diketahui karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik maupun yang kurang. Hal ini akan berdampak pada pemberian kompensasi.

  4. Pemberian Kompensasi

    Fungsi pemberian kompensasi meliputi kegiatan pemberian balas jasa kepada para karyawan. Kompensasi ini dapat berupa finansial maupun non finansial. Kegiatan disini meliputi penentuan sistem kompensasi yang mampu mendorong prestasi karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan diterima oleh masing–masing pekerja secara adil.

  5. Pemeliharaan Tenaga Kerja

    Di dalam pemeliharaan tenaga kerja ada pelaksanaan aspek ekonomis dan non ekonomis yang diharapkan dapat memberikan ketenangan kerja dan konsentrasi penuh bagi pekerja guna menghasilkan prestasi kerja yang di harapkan oleh organisasi. Aspek ekonomis berhubungan dengan pemberian kompensasi yang berupa gaji dan bonus yang sebanding dengan hasil kerjanya. Aspek nonekonomis berupa adanya jaminan kesehatan, kesejahteraan dan keamanan serta kenyamanan dalam bekerja. Adanya kegiatan pemeliharaan tenaga kerja yang memadai akan memperkecil adanya konflik antara tenaga kerja dengan pemberi kerja.

  6. Pemberhentian

    Pemberhentian adalah fungsi operatif terakhir manajemen sumber daya manusia. Fungsi pemberhentian harus mendapat perhatian yang serius dari manajer SDM karena telah diatur oleh undang-undang dan mengikat bagi perusahaan maupun karyawan. Istilah pemberhentian atau separation, pemisahan adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari organisasi (perusahaan) yang disebabkan oleh keinginan karyawan, keinginan organisasi, pensiun, aatau sebab-sebab lain yang diatur oleh undang-undang.
D. Urgensi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Berwirausaha
  1. MSDM berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan usahanya dapat dicapai secara optimum. Karenanya, MSDM juga menjadi bagian dari Ilmu Manajemen (Management Science) yang mengacu kepada fungsi manajemen dalam pelaksanaan proses-proses perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan mengendalikan.

  2. Fungsi MSDM yaitu hal ihwal staffing dan personalia dalam usaha dalam perusahaan, yang mencakup analisis tugas atau jabatan, rekrutmen dan seleksi calon tenaga kerja, orientasi, pelatihan, pemberian imbalan, penilaian dan pengembangan SDM. Karena sebagian atau seluruh tugas tentang penempatan personalia yang tepat untuk tugas yang tepat, orientasi, pelatihan, pemberian imbalan, promosi, pendisiplinan serta penilaian kerja untuk perbaikan kinerja merupakan tugas setiap manajer maka scope MSDM mencakup seluruh tugas tentang SDM yang diemban oleh setiap manajer.

  3. Aspek manajemen serta SDM demikian strategis dan demikian luasnya, maka MSDM melibatkan banyak aspek, terutama dengan faktor-faktor lingkungan internal organisasi (kekuatan dan kelemahan) serta lingkungan eksternal (peluang dan ancaman). Tantangan manajer masa kini adalah merespons perubahan-perubahan eksternal agar faktor-faktor lingkungan internal perusahaan menjadi kuat dan kompetitif.
    Jelaslah bahwa para manajer harus mengaitkan pelaksanaan MSDM dengan strategi usaha untuk meningkatkan kinerja, mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas.

  4. Peran strategis SDM dalam usaha atau bisnis dapat dielAaborasi dari segi teori sumber daya, di mana fungsi perusahaan adalah mengerahkan seluruh sumber daya atau kemampuan internal untuk menghadapi kepentingan pasar sebagai faktor eksternal utama. Sumber daya sebagaimana disebutkan di atas, adalah SDM strategis yang memberikan nilai tambah (added value) sebagai tolok ukur keberhasilan bisnis. Kemampuan SDM ini merupakan competitive advantage dari perusahaan. Dengan demikian, dari segi sumber daya, strategi bisnis adalah mendapatkan added value yang maksimum yang dapat mengoptimumkan competitive advantage.

  5. Adanya SDM ekspertis: manajer strategis (strategic managers) dan SDM yang handal yang menyumbang dalam menghasilkan added value tersebut merupakan value added perusahaan. Value added adalah SDM strategis yang menjadi bagian dari human capital perusahaan.

  6. Kecenderungan global: Perubahan, pergeseran Manajer masa kini dituntut untuk cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang berlangsung cepat.

https://youtu.be/AU6HHTmw69Y. Link tersebut adalah video dari penjelasan tentang artikel diatas maaf jika masih banyak kekurangan dan banyak noise-nya karna bikinnya deadline keteter sama lab praktikum juga :v